Menggagas Ide Liputan dan Merancang Reportase

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dari mana datang ide liputan?

Tak semua kejadian yang menggemparkan terjadi setiap hari yang menjadi bahan mudah untuk diberitakan. Seperti bencana alam, bom bunuh diri dll. Maka kadang kala jurnalis professional juga mengalami patah angin. Atau kehabisan ide untuk berita yang harus dikirim. Tapi sebenarnya banyak kejadian biasa yg terjadi sepanjang waktu yang bisa menjadi bahan berita menarik untuk diberitakan. Tinggal kita menggali ide itu akan di lihat dari sundut pandang apa akan kita ambil. Kemudian kita ulas dengan baik dan kreatif maka jadilah satu berita menarik dari hal yang sebenarnya biasa terjadi disekitar kita. Tinggal kita melihat dari perspektif mana.

Hal itu disampaikan Teguh Priyanto dalam paparannya mengenai “Menulis di Media” mengisi rountdown acara Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut di Wisma Wiragarden, Bandar Lampung.

Teguh menjelaskan, ketika akan menggali ide-ide liputan, maka kita harus mempertimbangkan beberapa hal dimana ide berasal. diantaranya: mengaktifkan lima indera,mempertimbangkan unsur Ironi, Kontradiksi, Aneh,Kemegahan,Bau busuk,Sakit,Dingin, dan sebagainya.

Maka setelah itu langkah yang perlu dilakukan yaitu menguji ide liputan. Ide liputan yang baik dan layak untuk menjadi berita diantaranya harus mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut. Ide liputan yang baik pertama harus memiliki efek “wow”. Maksudnya berita ini harus Unik, Orisinil dan Ekslusif. Kemudian isi berita juga harus mempunyai unsur  efek “ini dia”. Artinya berita tersebut Baru dan memberikan perspektif baru. Selain itu berita yang menarik adalah yang mempunyai efek “gregetan deh”. Yaitu efek menghibur, mengharukan atau jahil. Efek yang lain yang harus menjadi pertimbangan adalah efek “aku mau” (hal yang diingini atau dibutuhkan pembaca).

Langkah berikutnya adalah mengorganisasi ide: Menentukan sudut pandang, menentukan tempat/ objek liputan, menentukan narasumber, membuat pertanyaan-pertanyaan.

“Kemudian ada yang biasa saya sebut dengan istilah Wish List ( Daftar Keinginan),“ ujar bapak dua anak ini yang merupakan Jurnalis di Media Nasional ANTARA.

Daftar keinginan itu berisi diantaranya: angle apa yang akan menjadi sorotan liputan, tempat mana harus dikunjungi, objek/ gambar apa yang harus diperoleh dari lokasi liputan ( Sekaligus tipe dan ukuran shootnya: CU, BGU, MS, LS, MCU) dan siapa saja tokoh yang hendak dijadikan narasumber. Kemudian kita juga harus menyiapkan apa saja pertanyaan yang hendak diajukan kepada masing-masing narasumber. Serta informasi atau data apa saja yang harus dipetik di lapangan.

PJTL atau Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut ini adalah kegiatan rutin yang diadakan berbagai jurnalis kampus di seluruh Indonesia. Dan perhelatannya diadakan oleh berbagai universitas yang secara rutin menggelarnya  setiap tahun. Salah satunya adalah UNILA dengan lembaga pers Teknokra-nya. Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan para juruwarta kampus diberbagai daerah sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan mengakrabkan diri antar jurnalis kampus di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s